Langsung ke konten utama

Postingan

Penetapan Badan Hukum Perkumpulan Pappirus

  Tahun 2019 adalah tahun yang diwarnai semangat baru dalam komunitas yang awalnya mendapat sebutan Paguyuban Penggerak Pendidikan Interreligius. Pada 11 Januari 2019, Paguyuban ini resmi berubah nama sebagaimana tertuang   dalam akta nomor 1 tanggal 11 Januari 2019 Notaris Herdaru Manfa Luthfie, S,H.,M.KN., tentang Pengesahan Badan Hukum Perkumpulan Pengembang Pendidikan Interreligius yang disingkat PAPPIRUS, yang dikuatkan oleh Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0001858.AH.01.07.TAHUN 2019. Perkumpulan ini awalnya adalah hubungan persahabatan dari beberapa pendidik dari berbagai latar belakang agama, pemerhati dan pegiat bidang pendidikan lainnya yang pernah mengikuti lokakarya tentang pluralisame dalam pendidikan agama yang diselenggarakan oleh   Institut DIAN/Interfidei pada 2004 dan 2005. Perkenalan antarpeserta yang berkembang menjadi persahabatan ini dilanjutkan dengan berkumpul tiap bulan membahas tema-tema yang dipilih di a...

Sarasehan Pendidikan Berparadigma Pancasila (1)

Yogyakarta, 14/2/2018 Beberapa dekade terakhir, banyak lembaga telah melakukan penelitian dan kajian tentang segi-segi kehidupan berbangsa dalam dunia pendidikan. Telah banyak disampaikan pada publik tentang makin berkembangya paham keagamaan yang radikal dan transnasional, meningkatnya tindak kekerasan serta pelecehan seksual di lembaga-lembaga pendidikan. Sementara itu lembaga pendidikan dengan berbagai inovasinya, secara umum tidak mampu menghentikan laju kesenjangan sosial yang makin sulit terjembatani, yang menimbulkan risiko sosial tersendiri. Padahal pendidikan merupakan upaya yang paling dapat diharapkan dalam menyiapkan manusia Indonesia masa depan yang dapat menghadapi berbagai tantangan kehidupan bersama. Perhatian yang lebih sungguh-sungguh pada sistem dan kultur pendidikan di Indonesia menjadi sangat strategis, karena melalui sistem pendidikan, kualitas manusia Indonesia dapat ditumbuhkan dan visi kebangsaan dapat dikomunikasikan dari generasi ke generasi. Pada ta...

Pelatihan untuk Guru-guru Lintas Agama ke-2

PaPPIRus untuk kali kedua menyelenggarakan Pelatihan guru-guru lintas agama pada tanggal 6-8 Oktober 2017 di Wisma Sanjaya. Kegiatan ini terlaksana atas kerja gotong royong dengan berbagai kalangan dan para relawan panitia serta relawan fasilitator. Mengusung tema “Penguatan Wacana Pengelolaan Keragaman dan Peningkatan Kompetensi Metode Pembelajaran Pendidikan Interreligius bagi Para Guru” , pelatihan ini diikuti oleh 27 guru lintas agama di bawah kordinasi Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, maupun dari sekolah-sekolah swasta yaitu SD Tumbuh 2 dan 4, SMA BOPKRI 1, SMP Stella Duce, Madrasah Aliyah PP Sunan Pandan Aran, SMK Penerbangan. Hari pertama Kegiatan dimulai pada pukul 16.00 diisi dengan doa pembuka sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing peserta, dipimpin oleh MC ibu Farikhatin. Sambutan atas nama tuan rumah oleh Bapak Purwono dilanjutkan dengan penyampaian tata tertib penggunaan ruangan di tempat pelatihan bagi pendidik. Pengantar kegitan disampaik...

Pelatihan Guru-guru Lintas Agama: “Penguatan Wacana Pengelolaan Keragaman dan Peningkatan Kompetensi Metode Pembelajaran Pendidikan Interreligius bagi Para Guru”

Muntilan, 23-24 April 2017 Masyarakat Indonesia umumnya sangat menekankan kehidupan religius. Untuk itu dibutuhkan upaya-upaya agar pendidikan agama-agama juga memberikan andil dalam memajukan pendewasaan kehidupan berbangsa dengan kesangupan mengelola perbedaan dalam masyarakat yang majemuk. Sayangnya banyak pendidik agama yang wawasannya hanya terbatas pada ilmu agama yang diampu dan sedikit minat untuk memberikan sumbangan pada penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara . Atas dasar pemikiran ini kami, Paguyuban Penggerak Pendidikan Interreligius bermaskud menyelenggarakan pelatihan untuk para guru agama untuk menambah wawasan tetang keragaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, wawasan tentang dialog dan kesanggupan mengelola keragaman dan meningkatkan kemampuan dalam menumbuhkan kreatifitas dalam mengembagkan metode pembelajaran maupun evaluasi belajar. Sesuai dengan karakter paguyuban yang bersifat non formal dan bergerak menggunakan prinsip-prinsip...

Meneguhkan Persaudaraan Muslim, Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Dialog Sunni, Syiah, Ahmadiyah

Kiri-Kanan: DR. Abdul Mu'ti, M.Ed (Sekretaris Umum PP Muhammadiyah), Prof. DR. KH. Muhammad Machasin (Anggota Mu'tasyar PBNU), Maulana Abdul Basit, Shd (Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia), DR. Jalaluddin Rahmat (Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bayt Indonesia), Listia (Moderator/PaPPIRus) Saling Sapa antarsaudara Peneguhan persaudaraan muslim, persaudaraan k eindonesiaan dan kemanusiaan akhir-akhir ini makin menghadapi banyak tantangan, terutama terkait persaingan politik kekuasaan di Indonesia maupun dampak globalisasi, kesenjangan sosial dan ketidaksiapan dalam menghadapi perubahan sosial yang sangat cepat. Tantangan ini mesti nya menuntun semua pihak untuk memandang ke dalam, untuk menghidupkan kembali ruh persaudaraan sebagai modal menghadapi berbgai tantanga n persoalan bersama. Adanya pengabaian terhadap praktek-praktek diskriminasi pada kelompok minoritas dan berkembangnya paham kebencian terhadap liyan menjadi potret kelam ketidakmampuan banyak...